Senin, 21 Maret 2011

KELUARGA SEBAGAI KELOMPOK SOSIAL


Pendahuluan
Kelompok sosial yang paling sederhana dalam kehidupan manusia adalah keluarga. Merupakan satu kesatuan kecil dari masyarakat terbentuk dengan susunan Kepala rumah tangga yaitu suami, ayah, Ibu rumah tangga adalah istri dari suami. Dan beberapa anak sebagai hasil dari perkawinan antara suami dan istri tadi.

Keluarga mempunyai peranan, membentuk suatu kepribadian seseorang dimana personalitas dari seseorang itu akan mempengaruhi corak dari masyarakat. Keluarga termasuk dalam ketagori permasalahan social walaupun dalam tingkatan kecil. Sebagai satu kesatuan dari berbagai personalia dan watak dari anggota-anggota di dalam keluarga.
Tujuan terbentuknya keluarga adalah penerusan generasi yang berjalan di atas kepentingan bersama yang menyatu dan berkepentingan mendapat kehidupan yang menyenangkan, meningkat, berbahagia bersama si buah hati untuk mencapai tujuan hidup.

Keluarga dalam hubungannya dengan anak mempunyai fungsi :
  1. Memberikan pengawasan terhadap anak.
  2. Memberikan dan menanamkan nilai-nilai sosial.
  3. Melengkapi orientasi hidup anak-anak.
  4. Memberikan kebebasan berpendapat bagi anak-anaknya.
  5. Mengembangkan kepribadian anak.

  1. Memberikan pengawasan terhadap anak.
Semenjak dalam kandungan Ibu dan Ayah sudah melakukan tugasnya mengadakan pengawasan terhadap perkembangan anak, dengan teliti memberi asupan gizi, membawanya berobat untuk melihat kesehatan dan perkembangan janin hingga tumbuh menjadi bayi. Setelah lahir tugas tetap dilaksanakan orang tua kepada anaknya. Baik fisik maupun psikis. Dengan kasih saying mereka berdua anak merasa tentram, nyaman berada di dekatnya.

Beranjak dewasa ternyata pengawasan yang dilakukan yang dilakukan tidak pernah berhenti. Pengawasan memang diperlukan untuk mengontrol segala kekurangan dan penyimpangan tindakananak untuk disesuaikan dengan norma-norma social yang berlaku di sekitar anak dan dianggap benar oleh masyarakat.

  1. Orang tua memberikan dan menanamkan nilai-nilai sosial
Unsur nilai social dimulai dari anak-anak ditunjukkan perasaan saying kepada sesame teman, mau menolong dan memberi sesuatu, meminjamkan barang/benda miliknya pada orang lain. Orang tua dengan teliti menjelaskan dan melarang perbuatan yang salah yang bertentangan dengan kepentingan orang lain, sopan santun, toleransi dan seterusnya.

  1. Melengkapi orientasi hidup anak-anak.
Anak-anak berkembang dan tumbuh dengan sikap apa adanya. Mereka belum tahu benar dan salah, kepentingan diri yang paling utama. Sebagai orang tua ternyata dengan sabar dan penuh tanggung jawab menggiring mereka ke dalam norma-norma umum. Tentu saja yang terbaik untuk anak yang dipilah oleh orang tua.

  1. Memberikan kebebasan berpendapat bagi anak-anaknya
Orang tua dalam hubungannya dengan anak terdapat 3 pola corak hubungan.
            Pertama            : Pola menerima – menolak
                                      (dasar kemesraan orang tua terhadap anak)
            Kedua              : Pola memiliki – melepas
                                      (sikap proteksi orang tua terhadap anak)
            Ketiga              : Sikap demokrasi – otokrasi
                                      (partisipasi anak dalam menentukan kegiatan keluarga)
            Dalam keluarga yang demokratis, anak akan tunduk secara membabi buta atau sebaliknya menjadi radikal.

  1. Memberikan kepribadian anak
Orang tua secara terus menerus mengamati perkembangan anaknya. Sebagai orang tua yang terbaik adalah selaku menanyakan kegiatan keseharian yang dilakukan anaknya. Memberikan pujian sesekali mengarahkan dan menegaskan kesalahan yang dilakukan anak untuk tidak mengulanginya lagi.

Kesimpulan :
Keluarga mempunyai peranan dan berpengaruh sekali terhadap proses sosialisasi anak. Jadi keluarga tersebut demokratis maka akan tercipta situasi : damai, tentram, hormat menghormati, gotong royong, tenggang rasa dan toleransi. Akan tetapi jika keluarga selalu toleransi maka akan berlaku :
  1. Nakal, menolak, curiga, menentang kekuasaan.
  2. Tunduk, patuh, pemalu, ketinggalan, dalam pergaulan, cemas dan ragu-ragu.
  3. Bila selalu memanjakan, anak cenderung : tidak petuh, emosional, selalu menuntut lebih, tak dapat bergaul dan terasing.

Sebagai masyarakat terkecil di bumi ini keluarga hendaknya dapat :
  1. Menciptakan kondisi keadaan psikologis dalam keluarga dengan cara :
    1. Menerima anak apa adanya.
    2. Hindari penilaian yang terlalu cepat (curiga) karena sifat bias mengancam.
    3. Beri pengertian secara emphatis.
  2. Menciptakan kebebasan psikologis dalam keluarga : yaitu dengan memberi kesempatan kepada anak untuk mengatakan atau menyatakan pikiran dan perasaannya secara bebas.


>> Kutipan dari ::
      Mengenal Mutiara-Mutiara Bangsa
      Karangan Poernomo Hartoprasonto (Kolonel artileri Purnawirawan)

Kamis, 17 Maret 2011

RUMUS Buatlah Aku cinta padamu

Matahari mulai menampakkan cahayanya,,, jam dinding pun selalu bertetak berirama. Jarum jam menunjukkan pukul 05.45. Dengan rasa terkejut setelah melihat jam. Nesa pun beranjak bangun dan turun dari tempat tidurnya. Bergeges nesa mengambil handuk dan menuju ke kamar mandi.
Dengan tergesa-gesa dia berangkat menuju sekolah. Seperti biasa Nesa tak pernah sarapan dirumah. Yang tak pernah lupa hanyalah telpon genggam kesayangan miliknya.
“Bu, Bapak Nesa berangkat dulu ya?” tak lupa menciuam tangan kedua Orang tuanya. Setelah berpamitan orang tuanya, Nesa bergegas mengambil sepeda dan mengayuhnya menuju sekolahnya.
Sesampai disekolah, seperti biasa Nesa menyapa Bapak Ibu gurunya yang berada di depan gerbang dengan senyuman yang tak diragukan lagi.
“Selamat pagi Pak, Bu?? Saya kesiangan ya Pak??” Selalu deh Nesa bercanda ma gurunya.
Dengan semyuman Pak Ros menjawab pertanyaan Nesa, “Hehe,, ni masih pagi Nes, besok agak siangan lagi ya agar  tak kepagian??”
“Hem.. Hehe.. Jangan gitulah pak. Hehe Duluan ya pak?”
Nesa pun menuju ke tempat dimana sepeda miliknya diparkirkan.
Menuju kekelasnya dengan santai, terlihat sepi dilihat dari tempat parkir, di kiranya teman-temannya pada ke kantin ato di koprasi nongkrong-nongkrong. Ehh gak taunya, ada tugas dari Bu Fifi, dan Bu Fifi gak mengajar hari ini.
Masuk ke kelas duduk dan mengambil buku tugas, cepet-cepet deh nyelesain tugas nah setelah itu nongkrong di koprasi dengan teman-temannya.
“Nesa, buruan aku dah selesai nih kamu pinjem gak?” Nila nawarin hasil kerjaannya.
Nila anak emas di Kelas, walaupun umurnya dibawah kita-kita. Nila selalu ringking 1 kalo gak ringking 2, berebutan sama si Tika. Tika tidaklah segaul Nila, Tika pendiam dan lemah lembut.
“Hemm, bentar ya Nil. Tak coba ngerjain dulu yang gak bias ntar di kasih tau caranya aja ya? Okey”
Bergegas membersihkan buku yang ada diatas meja, dan mengumpulkan buku tugas yang telah ia selesaikan.
Dengan PD mereka-mereka, Nesa, Nila, May, Pita, Marta, Yani, Tya, dan Dyah. Berjalan menyusuri dari kelas menuju koprasi sekolah dengan santai dan gaya gojekannya itu. Walaupun dah merasa mengganggu kelas lain, tapi masih saja dilakukan.

Sesampainya di koprasi ada cowok yang deketin gerombolan itu.
“Nes, tuh cowok. Di panggil tuh, samperin gih!!” suruh Nila
“Ogah, emang aku cewek apaan nyamperin cowok? Kalau butuh ya dia dong yang nyamperin. Ups.. tapi aku gak bisa ngobrol sama Doni. Salam saja ya! Aku gak PD”
Sambil nongkrong di depan koprasi juga ngabisin jajan yang ada di koprasi, entah yang bayar siapa itu urusan belakangan.
Bel pelajaran mulai dan kini mereka mengikuti pelajaran selanjutnya, meski tak tentu apa yang mereka dapat. asal hadir aja dan mengikuti pelajaran yang ada.Saling ngobrol-ngobrol buyar dari tempat duduk masing-masing pindah ke lain tempat untuk cerita-cerita hal yang tak penting.
satu dua nama dipanggil untuk mengerjakan soal di papan tulis, dan ketiganya nama Nesa di panggil.
"Nesa, yok maju ngerjakan nomor 3."
"Pak, saya belum selesai."
"Nanti yang gak bisa, bisa dibantu, ayo maju Nes!"
Dengan santai dan tanpa beban Nesa maju mengerjakan soal walaupun dia tau kalau dia tak bisa mengerjakan.
"Pak, Saya tak bisa pak. Bantulah saya."
"Rumus kalor jenis apa Nes?"
“Q = m x c x  ∆t“
“Nah itu di bolak balik”
Akhirnya selesai juga yang dikerjakan oleh  Nesa, dan hasilnya seperti yang diharapakn dan tak seperti yang dibayangkan..
“Susah banget ya, kalau emang gak hafal rumusnya, aduh… Nil ajarin dong biar aku bisa pinter, gak usah kayak kamu pinternya yang penting bisa ajalah, biar gak malu-maluin.”
“Belajar bareng aja tiap pagi.”
“Okey.”
Nesa berpikir untuk belajar dan mencintai rumus-rumus yang ada dan belajar semua pelajaran. Karena selama ini Nesa hanyalah anak sekolahan biasa yang gak begitu amat mementingkan pelajaran.
Mulai dah tiap pagi Nesa berangkat lebih awal dari sebelumnya dan belajar bersama teman-temannya. Namun, tak bisa salam sapa bersama Bapak Ibu guru tiap paginya hingga dikira Nesa tak masuk sekolah.
Dengan kesungguhan Nesa yang cantik tapi gak PD itu, akhirnya Nesa sedikit demi sedikit bisa mengikuti pelajaran dengan baik dan bisa diserap dalam otaknya.

Minggu, 13 Maret 2011

Puisiku Untuk Ibu

Maaf Ibu,
Kadang kuluput memikirkanmu
Karena seringnya memikirkan diriku
Kadang aku tidak membantumu
Karena sering bergelut dengan kesibukkanku
Kadang aku pergi meninggalkan rumah dan ibu
Karena seringnya pergi dengan teman-temanku
Kadang aku jarang bicara denganmu
Karena seringnya berhadapan dengan radio dan Televisi dikamarku
tapi kini, kusangat sadar Ibu
Di hati dan Otakku hanya Ibu
Betapa ku butuh bantuan Ibu
Betapa aku selalu ingin menemani Ibu kemanapun itu
Betapa aku pun ingin selalu curhat dengan Ibu mengenai masalahku
Betapa aku butuh perhatian dan sayang Ibu di saat sakitku
Betapa aku pun butuh pundak Ibu, di saat tangisku
Ibu…
Ibu sungguh Inspirasiku
Ibu sungguh cinta dan sayangku
Ibu sungguh tautanku
Ibu benar segala2nya untukku
Maafkan aku Ibu
Aku manusia yang tak sempurna, yang selalu punya dosa dan membuatmu terbeban olehku
Hingga kadang Ibu menangis dan Jarang tersenyum karna ulahku
Tapi….
Aku yakin akan satu Hal
Do’a Ibu, bisa merubah dan menjadikan aku sebagai orang yang berhasil dan berguna untuk ibu atau siapa pun itu
Dan yang terpenting
Aku selalu sayang Ibu
SELALU…..

Sabtu, 12 Maret 2011

Kesalahan Orang Pintar



Kesalahan dari orang pintar, kenapa orang yang terlalu pintar hanya bisa menjadi orang no.2??

Dan orang yang berpendidikan lebih rendah dapat menjadi no.1 diantara orang berpendidikan.
 
1. karena terlalu banyak mengetahui hingga lupa untuk terjun dan melakukan aksi

2. tidak berani aksi padahal didalam hatinya, “aku pasti bisa kalau aku mau”, bodo banget nih. Memang benar yang dikatakan oleh orang orang terdahulu, “pikiran yang salah itu bisa menjadi musuh kita sendiri” (hehehe kayak pilosop aja). Orang yang seperti ini adalah orang yang tidak pernah gagal karena dia tidak pernah mencoba.

3. merasa dirinya pintar sehingga enggan diberitahukan oleh orang yang dia rasa pendidikannya lebih dibawahnya. Kalau menurut saya orang ini adalah orang yang sok pintar

4. biasanya ahli ekonomi atau ahli yang lain lain menggunakan rumus baku yang menurut saya sudah kadaluarsa/ expired. Selalu menggunakan rumus rumus yang dalam kehidupan nyata lebih berkembang 
daripada yang tertera di buku. Jadi orang seperti ini tidak menjadi orang yang kreatif.

5. tidak ingin lebih bodoh dari muridnya sehingga walaupun muridnya benar tetapi dianggapnya salah. Belum tahu mereka ini, kalau murid tidak lebih pintar dari gurunya berarti ilmu pengetahuan tidak berkembang.
ada pepatah orang bijak yang mengatakan

“KAMU BOLEH MENJADI SEORANG AHLI 
TETAPI JANGAN BERPIKIR SEPERTI SEORANG AHLI”


Jumat, 11 Maret 2011

Diriku Bukan Mainanmu

mungkin dirimu mengajarkan ku kesabaran
dirimu yang berikan aku luka
namun kenapa aku mudah melupakan mu??

jangan mengharap diriku lagi
karena aku bukan mainanmu
yang bisa ada waktu kamu butuh
dan kamu tinggal ketika kamu tak membutuhkanku

semua akan terhenti disini,
diawal februari ini,,

maaf jika ku melukai,
tapi bagiku ini gak kan melukaimu
karna aku tau dirimu,,

Dan ingat,
Diriku Bukanlah mainanmu.
jangan butuhkan aku lagi,,

saat kau harus pergi

Jika Tuhan menginginkan kau pergi dari hidupku, aku ikhlas,
Jika memang Dia ingin merebutmu dariku, aku ikhlas,
Jika memang kau harus pergi . izinkan aku tuk temani sisa harimu,
Jika memang kau harus meninggalkanku, 
izinkan aku untuk tetap disisimu sampai saat itu datang.

Saat dimana kau tidak lagi dapat brada disisiku,
Saat dimana kau tidak dapat menghapus air mataku,
Saat dimana kau tidak lagi dapat tenangkan gundahku,
Saat dimana kau tidak dapat mendengar lagi keluh kesahku,
Izinkan aku untuk bertahan sampai saat itu!!
Karena ku ingin buktikan bahwa :
“aku tidak hanya ada disaat kau senang, tapi aku akan slalu ada untukmu”

Bila nanti kau pergi , yakinlah pada hatimu “bahwa aku kuat”
Ku yakin aku kuat tanpamu
Ku yakin aku bisa jalani hidup tanpamu
Dan yakinlah bahwa aku akan menemanimu sampai kau tak mampu

Jangan pernah menyuruhku untuk pergi
Karena seribu kalipun kau menyuruhku pergi, aku tetap akan bertahan
Jangan jadikan sakit itu sebagai alasan bagimu
Karena tanpa kau sadari
Tidak hanya kau yang akan pergi dariku
Detik ini pun bila Tuhan menginginkan aku pergi dari sisimu
Aku akan pergi untuk slamanya

Kau tak sendiri
Jangan hadapi sisa waktu itu sendiri
Kumohon, biarkan aku bersamamu
Aku ingin menemanimu

Kau berarti dalam hidupku
Terima kasih karena selama ini kau telah membuatku tersenyum
Terima kasih karena kau telah memberiku arti kehidupan
Dan selamanya kau akan tetap bisa menghadirkan senyum itu untukku
Meski raga tidak dapat bertatap,, yakinlah bahwa hati ini selalu ada untukmu
Karena aku hanya ingin kau tau
“aku sayang kamu, kemarin, hari ini, dan sampai nanti"

Cinta itu bagaimana??

Adakah kamu tetap bertahan kerana campuran
antara kesakitan dan kegembiraan yang
membutakan dan tak terfahami ... menarikmu
mendekati dan tetap bersamanya?
ITULAH CINTA.

Apakah kamu menerima kesalahannya kerna itu
bahagian dirinya dan siapa dirinya?
Jika demikian, ITULAH CINTA.

Adakah kamu tertarik dengan orang lain tapi setia
dengannya tanpa penyesalan?
Jika demikian, ITULAH CINTA.

Adakah kamu menangis kerana kesakitannya
walaupun saat itu dia kuat?
ITULAH CINTA.

Adakah hatimu sakit dan hancur ketika dia
bersedih?
ITULAH CINTA.

Adakah hatimu gembira ketika dia berbahagia?
ITULAH CINTA.

Adakah matanya melihat hatimu dan menyentuh
jiwamu begitu mendalam sehingga menusuk?
Yang demikian itulah namanya CINTA.

Jika 

Adakah tapak tanganmu berkeringat, hatimu
berdebar kencang dan suaramu tersekat di dadamu?
Itu bukan Cinta, itu SUKA.

Adakah kamu tidak dapat melepaskan pandangan
mata darinya?
Itu bukan Cinta, itu NAFSU.

Adakah kamu menginginkannya kerana kamu tahu
ia ada di sana?
Itu bukan Cinta, itu KESEPIAN.

Adakah kamu mencintainya kerana itulah yang
diinginkan semua orang?
Itu bukan Cinta, itu KESETIAAN.

Adakah kamu tetap mengatakan kamu
menyintainya kerana kamu tidak ingin melukai
hatinya?
Itu bukan Cinta, itu BELAS KASIHAN.


Adakah kamu menjadi miliknya kerana pandangan
matanya membuat hatimu melompat?
Itu bukan Cinta, itu TERGILA-GILA.

Adakah kamu memaafkan kesalahannya kerana
kamu mengambil berat tentangnya?
Itu bukan Cinta, itu PERSAHABATAN.

Adakah kamu mengatakan padanya bahawa setiap
hari hanya dia yang kamu fikirkan?
Itu bukan Cinta, itu DUSTA.

Adakah kamu rela memberikan semua perkara
yang kamu senangi untuk kepentingan dirinya?
Itu bukan Cinta, itu KEMURAHAN HATI.